Perihal kehidupan yang senang dan mewah.
“Tugasan yang mudah itu dapat diselesaikan oleh Liyana dengan pantas, bagai kucing tidur di bantal.”
Sangat erat (karib) perhubungan atau persahabatan (tidak berenggang atau bercerai).
“Hubungan persahabatan antara Danish dengan Faizal sangat erat, bagai kuku dengan daging.”
Individu atau orang yang mahu menerima sahaja tetapi tidak mahu memberi.
“Dalam menghadapi perkara itu, Fatin memilih untuk mengambil pendekatan 'lading tajam sebelah'.”
Individu atau orang yang menurut kemahuan orang besar atau orang yang pandai.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan menurut kemahuan orang besar atau orang yang pandai persis perumpamaan, 'bagai langau...”
Keadaan yang riuh-rendah.
“Sikap seseorang yang keadaan yang riuh-rendah sering diibaratkan bagai langau mengerumuni bangkai.”
Sesuai atau padan benar (tidak boleh berpisah).
“Perumpamaan 'seperti lepat dengan daun' menjadi kiasan berguna untuk menggambarkan perihal sesuai atau padan benar (tidak...”
Sangat karib (tentang orang bersahabat atau orang berkasih-kasihan).
“Hubungan persahabatan antara Fatin dengan Aishah sangat erat, bagai lesung dengan antan.”
Dalam keadaan serba salah (sama ada dibuat atau tidak, pekerjaan itu tetap akan mendatangkan bencana).
“Sikap seseorang yang dalam keadaan serba salah (sama ada dibuat atau tidak, pekerjaan itu tetap akan...”
Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai melemparkan kersik...”
Tidak adil atau berat sebelah (bkn pendirian dan lain-lain).
“Tindakan pihak atasan yang berat sebelah itu persis perumpamaan, 'bagai membelah betung'.”
Dalam keadaan serba salah.
“Sikap seseorang yang dalam keadaan serba salah sering diibaratkan bagai memegang buah kepantangan beruk, ditelan mati...”
Pemberian kepada orang yang sudah mempunyai benda yang sama.
“Sikap seseorang yang pemberian kepada orang yang sudah mempunyai benda yang sama sering diibaratkan bagai menambah...”
Terlalu susah hendak mencari sesuatu (orang dan lain-lain).
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'mencari kutu dalam ijuk', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah diri.”
Memberikan nasihat (ajaran dan sebagainya) yang tidak dapat meresap ke dalam hati.
“Perumpamaan 'bagai mencurahkan air ke atas pasir' menjadi kiasan berguna untuk menggambarkan perihal memberikan nasihat (ajaran...”
Mengerjakan pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan.
“Dalam menghadapi perkara itu, Syazwani memilih untuk mengambil pendekatan 'menggantang anak ayam'.”
Memberanikan penakut.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan memberanikan penakut persis perumpamaan, 'bagai menggelikan induk ayam'.”
Tugas atau pekerjaan yang sulit harus dilaksanakan dengan berhati-hati.
“Perumpamaan 'seperti menghela rambut dalam tepung, rambut jangan putus, tepung jangan terserak' menjadi kiasan berguna untuk...”
Mengerjakan sesuatu yang sia-sia.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai menghitung bulu...”
Tugas atau pekerjaan yang sia-sia sahaja.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai mengisi perian...”
Benci akan sesuatu pekerjaan tetapi terpaksa melakukannya juga.
“Sikap seseorang yang benci akan sesuatu pekerjaan tetapi terpaksa melakukannya juga sering diibaratkan bagai menjenguk jerat...”
Tugas atau pekerjaan yang senang tetapi susah hendak melakukannya.
“Kehidupan keluarga daif itu amat mencabar, diibaratkan bagai menyandang galas tiga berat tak berapa rintangnya yang...”
Menjalankan (melakukan) pekerjaan yang sukar sungguhpun tidak berat.
“Sikap seseorang yang menjalankan (melakukan) pekerjaan yang sukar sungguhpun tidak berat sering diibaratkan bagai menyandang lukah...”
Tugas atau pekerjaan yang sia-sia.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai menyukat belut...”
Sungguh-sungguh untuk mengalahkan (seseorang) atau menghadapi orang yang pandai berdolak-dalik.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan sungguh-sungguh untuk mengalahkan (seseorang) atau menghadapi orang yang pandai berdolak-dalik persis perumpamaan,...”