Kelakuan yang mengada-ngada.
“Dalam menghadapi perkara itu, Farah memilih untuk mengambil pendekatan 'banyak lemak'.”
Banyak pengalaman.
“Dalam menghadapi perkara itu, Amirul memilih untuk mengambil pendekatan 'banyak makan garam'.”
Makin banyak ilmu atau makin tinggi pangkat makin merendahkan diri.
“Kita wajarlah mengamalkan pesanan peribahasa 'bawa resmi padi, makin berisi makin tunduk' dalam mengharungi liku-liku kehidupan...”
Individu atau orang yang selalu meninggalkan pekerjaan terbengkalai.
“Perumpamaan 'berbuat kerja seperti mak jujai' menjadi kiasan berguna untuk menggambarkan perihal selalu meninggalkan pekerjaan terbengkalai.”
Perihal kawan yang datang bukan untuk membantu melainkan menambahkan kesusahan.
“Dalam menghadapi perkara itu, Zarina memilih untuk mengambil pendekatan 'bertambah semakin kurang'.”
Setelah dialami barulah diinsafi.
“Orang tua-tua pernah berpesan, 'berteguran dahulu maka berkenalan, mendaki dahulu maka tahu lelah', sebagai panduan berguna...”
Setelah merasa kesusahan hidup barulah bekerja dengan bersungguh-sungguh.
“Kita wajarlah mengamalkan pesanan peribahasa 'berteguran dulu maka berkenalan, mendaki dulu maka tahu lelah' dalam mengharungi...”
Orang bodoh sekalipun tahu juga memilih apa yang baik untuk dirinya.
“Kita wajarlah mengamalkan pesanan peribahasa 'bodoh-bodoh sepat, tak makan pancing emas' dalam mengharungi liku-liku kehidupan seharian.”
Terlalu gemuk (tentang orang).
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'buaya setanjung makan tak habis', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah diri.”
Seseorang yang tidak mudah ditipu atau diperdayakan.
“Peribahasa 'bukan budak-budak makan pisang' menjadi peringatan kepada kita supaya sentiasa berwaspada dan menjauhi perbuatan yang...”
Individu atau orang yang makan dengan gelojoh atau tamak makan.
“Budak yang buruk makan itu, membedal semua kuih-muih yang dihidang di atas meja.”
Bagaimana sekalipun kejahatan saudara atau keluarga itu, tidak sampai hati juga menyalahkannya seperti menyalahkan orang lain.
“Mak Cik Kalsom mengingatkan pemuda itu agar tidak mengulangi perbuatannya, bak kata peribahasa, 'busuk daging dikincah,...”