Kiasan tentang sikap seseorang yang pemalas menantikan pemberian orang atau takdir tuhan sahaja.
“Kita perlu berhati-hati dengan tipu daya orang yang berniat jahat, persis pesanan orang tua-tua, 'menantikan nasi...”
Sebab tidak tahu membuat sesuatu pekerjaan, dikatakan perkakas yang salah atau tidak cukup.
“Kita harus mengambil iktibar daripada maksud peribahasa 'menari yang tak pandai, dikatakan lantai nan terjungkat' agar...”
Membuat pekerjaan yang sia-sia.
“Peribahasa 'mencari umbut dalam batu' menjadi peringatan kepada kita supaya sentiasa berwaspada dan menjauhi perbuatan yang...”
Membuat pekerjaan yang sia-sia.
“Ibu bapa mengingatkan pemuda itu agar tidak mengulangi perbuatannya, bak kata peribahasa, 'mencungkil kuman dengan alu'.”
Mengerjakan pekerjaan yang mustahil berhasil.
“Dalam menghadapi perkara itu, Nabila memilih untuk mengambil pendekatan 'menegakkan benang basah'.”
Bekerja dulu baru mendapat makanan.
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'mengais dulu maka mencocok', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah diri.”
Menukar usaha.
“Dalam menghadapi perkara itu, Nurul memilih untuk mengambil pendekatan 'mengalih longkang'.”
Bekerja menurut kepandaian.
“Sikap Danish yang 'mengambil lapangan' itu menyebabkan dia amat dihormati dan disayangi oleh Mak Cik Kalsom.”
Sudah lama bekerja dalam sesuatu pekerjaan.
“Dalam menghadapi perkara itu, Amirul memilih untuk mengambil pendekatan 'menjunjung uban'.”
Sudah selesai pekerjaan baru teringat bagaimana yang baik mengerjakannya.
“Sikap Azlan yang 'menohok sepeninggal ciling' itu menyebabkan dia amat dihormati dan disayangi oleh Ketua kampung.”
Membuat pekerjaan yang sia-sia.
“Encik Roslan mengingatkan pemuda itu agar tidak mengulangi perbuatannya, bak kata peribahasa, 'menyenduk kuah dalam pengat'.”
Bermuka-muka manis tetapi di belakang diumpat atau dibuatkan pekerjaan yang mendatangkan bahaya dan lain-lain.
“Peribahasa 'mulut disuapi pisang, pantat dikait dengan onak' menjadi peringatan kepada kita supaya sentiasa berwaspada dan...”
Jika seseorang disuruh dengan lemah lembut nescaya sukalah hatinya dan pastilah ia bekerja dengan sehabis-habis upayanya.
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'mulut manis mematahkan tulang', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah diri.”
Mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan senang.
“Dalam menghadapi perkara itu, Irfan memilih untuk mengambil pendekatan 'naik basuh kaki'.”
Membuat sesuatu pekerjaan menurut aturannya.
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'naik dari janjang, turun dari tangga', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah...”
Sesuatu perbuatan yang jahat itu lambat laun nampak juga oleh orang.
“Kita perlu berhati-hati dengan tipu daya orang yang berniat jahat, persis pesanan orang tua-tua, 'orang yang...”
Individu atau orang yang dapat mencari kesenangan diri walaupun dalam bahaya atau kesusahan.
“Puan Salmah sering berpesan, 'pandai selisik sedang berlaga', supaya kita sentiasa gigih berusaha demi mengejar kejayaan.”
Kerja yang digemari.
“Dalam menghadapi perkara itu, Liyana memilih untuk mengambil pendekatan 'panggilan jiwa'.”
Cepat bekerja.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan cepat bekerja persis perumpamaan, 'pantas seperti lipas'.”
Tidak putus harapan, terus berikhtiar (bekerja).
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'patah kepala bertongkat paruh, patah paruh bertelekan', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga...”
Individu atau orang yang rajin kerana baru bekerja.
“Sikap Fatin yang 'penyapu baru' itu menyebabkan dia amat dihormati dan disayangi oleh Ketua kampung.”
Bekerja dengan kuat.
“Dalam menghadapi perkara itu, Danish memilih untuk mengambil pendekatan 'perah keringat'.”
Kita berusaha tetapi tuhan yang menentukan berjaya atau tidak.
“Kejayaan tidak akan datang bergolek tanpa usaha yang berterusan, bak kata peribahasa, 'perang bermalaikat, sabung berjuara'.”
Serba salah untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit (jika diteruskan pun berbahaya).
“Kita perlu berhati-hati dengan tipu daya orang yang berniat jahat, persis pesanan orang tua-tua, 'pipit tuli...”