Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai melemparkan kersik...”
Menolong orang yang tidak tahu membalas jasa.
“Sikap Zul yang 'melepaskan anjing tersepit' itu menyebabkan dia amat dihormati dan disayangi oleh Pak Cik...”
Membuat sesuatu kerja tetapi tidak sampai selesai.
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'melepaskan batuk di tangga', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah diri.”
Sangat benci (meluat) melihat sesuatu.
“Sikap seseorang yang sangat benci (meluat) melihat sesuatu sering diibaratkan bagai melihat ulat.”
Keadaan atau pertolongan yang tidak kurang tetapi tidak pula mencukupi (serba tanggung).
“Penduduk kampung itu sentiasa hidup bersatu-padu dan saling membantu, bagai melompati pagar tiga hasta, akan dilompati...”
Tidak diperlukan, tidak penting.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan tidak diperlukan, tidak penting persis perumpamaan, 'seperti melukut di tepi gantang'.”
Menjalankan sesuatu pekerjaan dengan terpaksa.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan menjalankan sesuatu pekerjaan dengan terpaksa persis perumpamaan, 'bagai melulur bersitungging'.”
Pemberian yang tidak kena pada tempatnya (tidak berfaedah kepada penerimanya).
“Sikap seseorang yang pemberian yang tidak kena pada tempatnya (tidak berfaedah kepada penerimanya) sering diibaratkan bagai...”
Tidak sesuai sehingga kekok kelihatannya.
“Perumpamaan 'bagai memakai baju pinjaman' menjadi kiasan berguna untuk menggambarkan perihal tidak sesuai sehingga kekok kelihatannya.”
Perlakuan atau tindakan yang tidak sesuai dengan keadaan diri.
“Sikap seseorang yang perlakuan atau tindakan yang tidak sesuai dengan keadaan diri sering diibaratkan bagai memakai...”
Tidak adil atau berat sebelah (bkn pendirian dan lain-lain).
“Tindakan pihak atasan yang berat sebelah itu persis perumpamaan, 'bagai membelah betung'.”
Tugas atau pekerjaan yang sia-sia.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai membendarkan air...”
Serba salah.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan serba salah persis perumpamaan, 'bagai memegang buah kepantangan beruk, ditelan mati emak...”
Dalam keadaan serba salah.
“Sikap seseorang yang dalam keadaan serba salah sering diibaratkan bagai memegang buah kepantangan beruk, ditelan mati...”
Pemberian kepada orang yang sudah mempunyai benda yang sama.
“Sikap seseorang yang pemberian kepada orang yang sudah mempunyai benda yang sama sering diibaratkan bagai menambah...”
Pengajaran yang lekas sekali dilupakan (orang yang dipercayai menyimpan wang tetapi memboroskan wang itu).
“Sikap seseorang yang pengajaran yang lekas sekali dilupakan (orang yang dipercayai menyimpan wang tetapi memboroskan wang...”
Menanti sesuatu yang mungkin datang tetapi lambat, ataupun yang tidak datang-datang.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan menanti sesuatu yang mungkin datang tetapi lambat, ataupun yang tidak datang-datang persis...”
Selalu dalam kegelisahan.
“Kita harus mengambil iktibar daripada maksud peribahasa 'menanti laki pulang maling' agar sentiasa berada di jalan...”
Melakukan sesuatu pekerjaan dengan berhati-hati.
“Perumpamaan 'bagai menarik rambut dalam tepung' menjadi kiasan berguna untuk menggambarkan perihal melakukan sesuatu pekerjaan dengan...”
Menyelesaikan sesuatu masalah yang sulit dengan berhati-hati.
“Sikap seseorang yang menyelesaikan sesuatu masalah yang sulit dengan berhati-hati sering diibaratkan bagai menarik rambut di...”
Memelihara anak dengan penuh kasih sayang.
“Dalam kehidupan bermasyarakat, perbuatan memelihara anak dengan penuh kasih sayang persis perumpamaan, 'seperti menatang minyak yang...”
Mengerjakan pekerjaan yang mustahil mendatangkan hasil.
“Sikap seseorang yang mengerjakan pekerjaan yang mustahil mendatangkan hasil sering diibaratkan bagai mencari belalang atas akar.”
Menjalankan pekerjaan yang sia-sia.
“Nasihat yang diberikan kepada orang yang enggan berubah itu sia-sia belaka, persis perumpamaan, 'bagai mencari belalang...”
Terlalu susah hendak mencari sesuatu (orang dan lain-lain).
“Peribahasa Melayu ada menyebut, 'mencari kutu dalam ijuk', yang menggambarkan peri pentingnya menjaga maruah diri.”